Kalian Tahu, Siapa Pemberi Medali Pertama Untuk Indonesia?

0 Comments

Kalian Tahu, Siapa Pemberi Medali Pertama Untuk Indonesia? Bagi yang belum tahu, dalam artikel ini akan berbagi informasi medali pertama dan siapa pemberi medali pertama yang didapat oleh Indonesia pada Olimpiade. Sebelum berbicara tentang pemberi pertama dan medali itu sendiri, alangkah baiknya jika kita sama-sama mengingat sejarahnya ya.

 

Medali Pertama

Komite Olimpiade Nasional Indonesia sendiri dibentuk pada tahun 1946 namun diakui pada tahun 1952. Indonesia sudah mengikuti Olimpiade pertamanya pada Olimpiade Helsinki di Finlandia pada tahun 1952, yang sebenarnya dijadwalkan pada tahun 1944. Namun, medali pertama belum didapatkan pada Olimpiade tersebut, Indonesia baru mencatatkan namanya pada Olimpiade ke-24 di Seoul tahun 1988. Olimpiade ini berlangsung dari 17 September sampai 2 Oktober 1988. Pada saat itu, warga negara harus bangga mendapatkan medali perak sebagai medali pertama kemenangan pada cabang perlombaan panahan beregu putri. Pemberi medali pertama adalah yang sering disebut trio srikandi yaitu Nurfitriana Saiman Lantang, Kusuma Wardhani dan Lilies Handayani. Srikandi Indonesia berhasil mengalahkan tim panahan dari Amerika Serikat. Medali pertama Indonesia ini disambut dengan rasa bangga oleh warga negara Indonesia.

 

Prestasi Indonesia tidak berhenti sampai disitu, atlet Indonesia kembali mengharukan warga negara dengan mencatatkan kembali nama Indonesia dengan kemenangan di cabang olahraga Bulu Tangkis pada Olimpiade tahun 1992 di Barcelona, Spanyol. Kemenangan ini menghasilkan medali emas pertama bagi Indonesia dan kabar membanggakan dari kemenangan tersebut adalah bukan hanya satu tetapi sepasang atlet tunggal putra dan putri. Atlet yang mewakili bangsa Indonesia untuk medali emas yaitu Susi Susanti dan Alan Budikusuma. Susi Susanti mengalahkan atlet dari Korea Selatan dan Alan Budikusuma mengalahkan atlet dari Indonesia. Pada olimpiade di Barcelona tersebut, Indonesia berhasil menjadi juara umum pada cabang olah raga Bulu tangkis dan posisi kedua diraih oleh Korea Selatan.

Jadi, medali pertama Indonesia adalah medali perak ya. Namun itu tak menjadikan kegagalan dan kesedihan untuk warga negara Indonesia karena trio srikandi dengan hebat telah memperoleh kemenangan itu. Medali pertama tersebut menjadi tolak ukur dan daya juang bagi atlet Indonesia lainnya. Dengan meraih posisi kedua juga tidak membuat para atlet dan warga negara Indonesia merasa tak mampu untuk ikut bertanding di kancah pertandingan Internasional. Indonesia juga telah menunjukkan semangat dan prestasinya dengan memperoleh medali emas pada olimpiade berikutnya dan dengan cabang olahraga yang berbeda.

 

Jika berbicara tentang medali, sudahkah semua tahu terbuat dari bahan apakah medali emas yang dijadikan sebagai penghargaan pada saat petama kali ?

Kita sudah mengulas tentang medali pertama yang di dapatkan Indonesia. Untuk informasi tambahan, disini akan mengulas tentang medali emas pada saat pertama kalinya dan bahan medali itu sendiri. Medali pada saat dulu bukanlah benda yang dijadikan sebagai sebuah penghargaan seperti saat sekarang ini. Medali awal mulanya hanya dijadikan sebagai hadiah dari raja kekaisaran Makedonia yang bernama Alexander Agung dan diberikan kepada pemuka agama Jonathan Apphus. Selanjutnya, kekaisaran Romawi juga menjadikan medali sebagai penghargaan militer atau hadiah politik. Pada abad ke- 18, medali kemudian mulai merujuk kepada penghargaan yang diberikan pada kegiatan atletik. Pada saat olimpiade modern tahun 1896, medali mulai digunakan untuk pemberian penghargaan kepada juara, namun bukan medali emas yang diberikan kepada juara pada saat itu melainkan medali perak.

 

Urutan medali emas, perak dan perunggu ditetapkan pada tahun 1904. Seperti yang kita tahu bahwa emas adalah logam mulia yang bertekstur tidak padat sehingga pada saat dulu jika medali emas sudah di diberikan kepada seseorang, maka mereka akan menggigit untuk membuktikan keaslian dari medali tersebut, jika medali emas yang diberikan muncul bekas atau tanda yang tertinggal berarti medali tersebut asli. Sejak tahun 1912 medali emas yang diberikan kepada juara bahkan sampai pada saat ini bertekstur keras karena medali emas tersebut tidak sepenuhnya terbuat dari emas murni melainkan tercampur dengan bahan lain seperti perak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *